MIN 3 Kota Padang Matangkan Persiapan sebagai Madrasah Piloting KBC
Padang (Humas) – MIN 3 Kota Padang mematangkan persiapan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan menggelar rapat koordinasi sebagai tindak lanjut atas penunjukannya sebagai salah satu madrasah piloting KBC, Jumat (26/6/2026), bertempat di ruang guru.
Rapat dipimpin oleh Kepala Madrasah, M. Yusuf, dan dihadiri Pengawas Madrasah Nurwatni, Koordinator Pendidikan, Guru dan Tenaga Kependidikan, serta perwakilan pengelola kantin sebagai bentuk komitmen bersama menyukseskan implementasi KBC.
Kepala MIN 3 Kota Padang, M. Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi KBC harus diawali dengan penguatan budaya positif di lingkungan madrasah. Menurutnya, seluruh warga madrasah perlu membiasakan sikap saling menghargai, peduli terhadap lingkungan, serta menjauhi kekerasan verbal, intimidasi nonverbal dan penggunaan plastik sekali pakai.
"Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar perubahan pembelajaran. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus tercermin dalam sikap dan perilaku seluruh warga madrasah. Nilai-nilai cinta, saling menghargai, dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan yang terus diperkuat dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Rapat juga menyepakati pembentukan tim inti pelaksana KBC serta integrasi nilai-nilai KBC ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler, yang didukung melalui perencanaan, monitoring, supervisi, dan pelaporan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pengawas Madrasah Nurwatni menyampaikan bahwa MIN 3 Kota Padang dipercaya menjadi salah satu madrasah piloting KBC yang diresmikan oleh Menteri Agama.
Menurutnya, salah satu fokus utama KBC adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, seperti membiasakan peserta didik tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, serta tidak merusak tanaman. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan secara konsisten oleh seluruh guru.
Nurwatni juga menegaskan bahwa praktik perundungan (bullying), baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, tidak boleh lagi terjadi di lingkungan madrasah. Penanaman karakter tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan dan kolaborasi orang tua di rumah.
Lebih lanjut, Nurwatni menekankan bahwa guru harus menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga harus mampu menumbuhkan karakter, kepedulian, serta nilai-nilai kasih sayang pada diri setiap peserta didik sesuai dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Melalui rapat ini, MIN 3 Kota Padang menegaskan kesiapan menjadi madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta dengan membangun budaya belajar yang humanis, bebas dari kekerasan, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.(SE)

Belum ada Komentar untuk "MIN 3 Kota Padang Matangkan Persiapan sebagai Madrasah Piloting KBC"
Posting Komentar